Topic: Menyoal Ngasong dan Langkah Mandiri Jadi Arsitek
Halo teman2 Architerian semua,
Apa kabarnya? Dah lama saya gak berkunjung & ngobrol2 disini (kecuali dgn Rielleverno, brhubung qt skrg ngurusin penerbitan beberapa judul buku IAI bareng2. hehe...). Mungkin dah 5-6 bln ya? Salam juga buat Mario! Kalo benar, 5-6 bln y.l. Mario dkk dari UGM berkunjung ke kantor saya di Bintaro kan? Waktu itu ada satu orang dari UGM yang ngenalin diri sebagai Mario en ngajuin pertanyaan di forum. Dari pihak kantor, sayalah yg ngejawab pertanyaannya waktu itu. Setelah semua rombongan UGM pulang, saya baru berpikir, jangan2 ini Mario Andretti dari Architerian?? Hehe, kalau benar salam bung!! Akhirnya kita ketemu juga!
Temen2, saya mau mengajukan pertanyaan ke temen2 yg lebih tau & faham ketimbang saya. Sepengetahuan temen2, biro arsi mana saja di Jakarta yang melarang karyawannya untuk mengerjakan side job/objekan? Lebih spesifiknya mungkin side job dlm bidang arsitektur. Kalo larangan itu memang ada, larangan itu dinyatakan dalam bentuk apa? Apakah tertulis dalam kontrak kerja atau hanya himbauan dari pimpinan perusahaan saja? Saya tengah bingung mengetahui adanya beberapa biro yang tidak memperbolehkan karyawannya u/ mengerjakan side job, tetapi banyak arsitek terkenal jebolan biro tersebut? Maksud saya, apakah para arsitek tsb dulu mengerjakan side job mereka secara diam2? Bagaimana langkah kebanyakan Arsitek Muda Indonesia (AMI) sebelum bisa mandiri?
Mohon share pengetahuannya. Thread serupa juga sudah saya lempar di dalam milis angkatan saya. Jadi temanku Rielleverno boleh tidak memberikan feedback di thread yang ini. Hehe.
Terima kasih sebelumnya.
Avantis






